Bupati Muba Luncurkan Program Galak Ngerejut di Desa Teluk
LAIS, tagarsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera secara resmi meluncurkan program inovatif “GALAK NGERJUT” (Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Bertanam).
Peluncuran ini dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan baju seragam gratis bagi siswa/i SD dan SMP di Teluk Kecamatan Lais tersebut, sebagai upaya konkret Pemkab Muba dalam meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
Acara yang berlangsung di halaman kantor Desa Teluk Kecamatan Lais ini dihadiri langsung Bupati Muba H Toha Tohet SH, Asisten I Setda Muba Ardiansyah SE MM PhD CMA, Plt Camat Lais Zukar SKM MSi, Kapolsek Lais AKP Syawaludin SH, Danramil Sekayu Kapten , beberapa kepala dinas, Kepala Desa Teluk dan jajaran, Kepala Desa dalam Kecamatan Lais, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta ratusan orang tua dan siswa penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Plt Camat Lais, Zukar SKM MSi mengucapkan selamat datang kepada Bupati Muba beserta rombongan. Mewakili masyarakat Lais, Plt Camat Lais juga menyampaikan apresiasinya atas program inovatif “GALAK NGERJUT” atau Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Bertanam, sekaligus yang dirangkai dengan penyerahan bantuan baju seragam gratis bagi siswa/i SD dan SMP di Kecamatan Lais tersebut.
“Baju Gratis untuk anak sekolah ini merupakan inovasi yang sangat kreatif dan pro-rakyat sekali, karena mempunyai tujuan akhir yang kami tangkap bahwa untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga sendiri,” tukasnya.
Kepala Desa Teluk, Nuraidah, saat dikonfirmasi mengatakan, melalui program ini, dirinya mendorong setiap keluarga untuk mengoptimalkan lahan pekarangan atau lahan tidur yang ada, sekecil apa pun, menjadi sumber produktif tanaman pangan atau komoditas bernilai ekonomi lainnya.
Keberhasilan program ini, lanjutnya, sangat membutuhkan dukungan, partisipasi aktif, dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat, termasuk Kadus dan RT.
“Kami berharap, gerakan ini dapat memicu kemandirian ekonomi warga dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga,” jelasnya.
Sementara itu, Dalam sambutannya, Bupati Muba, HM Toha menjelaskan bahwa Galak Ngerjut merupakan gerakan strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor pertanian, khususnya budidaya hortikultura. Program ini mendorong penerima bantuan UMAK untuk menyisihkan sebagian kecil bantuan yang diterima guna membeli bibit tanaman dan menanamnya di pekarangan rumah masing-masing.
“Gerakan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan komunitas, meningkatkan pendapatan serta taraf hidup masyarakat, sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya yang ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, Galak Ngerjut juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas melalui berbagai metode, termasuk hidroponik, dengan menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti buah-buahan, sayuran organik, dan tanaman hias. Hasil panen diharapkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah guna menambah penghasilan keluarga.
Selain penguatan ekonomi, Pemkab Muba juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui kebijakan pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
“Masih ada peserta didik di Muba yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menjamin pemerataan akses pendidikan,” ungkap Bupati.
Bupati menegaskan bahwa bantuan seragam sekolah mencerminkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Bantuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar siswa.
Pada tahun 2025, Pemkab Muba menyalurkan 15.005 stel seragam sekolah, yang diperuntukkan bagi 7.863 siswa SD dan 7.142 siswa SMP di seluruh kecamatan se-Kabupaten Muba. Khusus untuk Kecamatan Lais, pada hari ini dibagikan 492 stel seragam SD dan 507 stel seragam SMP.
“Mudah-mudahan ikhtiar baik ini dapat memitigasi risiko angka putus sekolah dan memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin,” pungkasnya.(jan)